KAYU INDAH – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan Alokasi Dana Kampung (ADK). Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk melakukan kajian dan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan ADK yang telah berjalan selama ini.
Kegiatan evaluasi ini dilaksanakan di Kantor Kampung Kayu Indah, Selasa (7/10), dan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan lapangan tim UGM ke sejumlah kampung di Kabupaten Berau. Kunjungan tersebut diinisiasi oleh Bapak Awaludin, yang memimpin langsung pelaksanaan survei di lapangan.
Dalam kesempatan itu, Awaludin menjelaskan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk menyusun formula baru pembagian ADK agar lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan kampung. Ia menegaskan bahwa evaluasi bukan dimaksudkan sebagai audit, melainkan sebagai upaya memperbaiki sistem agar pengelolaan dana kampung semakin baik.
“Ini adalah kajian, bukan audit. Tujuannya untuk memperbaiki sistem demi memajukan masyarakat dan perkembangan kampung itu sendiri,” ungkap Awaludin.
Kajian yang dilakukan akan difokuskan pada dua aspek utama, yakni memastikan penggunaan ADK tepat sasaran sesuai aturan serta menilai ketertiban administrasi dalam pengelolaan dan pelaporan keuangan di tingkat kampung. Dari 100 kampung yang ada di Berau, sebanyak 18 kampung dipilih sebagai sampel penelitian, termasuk Kampung Kayu Indah.
Melalui kolaborasi dengan UGM ini, Bapelitbang berharap dapat merumuskan kebijakan baru yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan. Evaluasi juga akan meninjau keterkaitan antara Alokasi Dana Kampung (ADK) dari pemerintah daerah dengan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN, sehingga keduanya dapat berjalan selaras dalam mendukung pembangunan kampung dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.